Wednesday, November 16, 2016

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR




BAB 1
 PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
1.      LATAR BELAKANG PEDAGOGIS
     Keinginan untuk memberikan ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa  merupakan dorongan yang logis bagi doen tatakala memerankan dirinya sebagai pengajar dan pendidik dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap ilmu pengetahuan yang dimiliki tersebut dapat tersampaikan kepada mahasiswa dalam waktu singkat. fungsi dan peran nya sering menempat kan dosen pada otoritas yang berlebihan, seperti sebsgsi sumber informasi tungga l dan sebagai sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif, ibarat baja kosong yang halus diisi sejumlah informasi..
2.      DASAR YURIDIS
Dalam udang-undang No Tuhan 2003 tetang Sistem Pendidikan Nasional  pasal 40 ayat 1 butir E diikemukakan bahwa:” pendidik dan tenaga kependidikan berhak memperoleh kesempatan menggunakan saran, prasarana, dan fasilitas pendidik untuk menunjung kelancaran tugas” 
B. VISI,MISI,TUJUAN DAN BAHAN ISBD
Mahasiswa selaku individu dan makhluk sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan,wawasan, serta keyakian persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Misi ISBD sebagai berikut :
a)      Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat  manusia sebagai individu makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat.
b)      Memberikan dasar-dasar nilai estetika,etika, moral, hukum dan buadaya sebagai landasan.
c)      Untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga terwujud masyarakat yang tertib, teratur,  dan sejahtera.
d)     Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial budaya serta mampu bersikap kritis, analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat.
Berdasarkan visi dan misi ISBD, maka tujuan ISBD di kembangkan sebagai berikut:
a)      Mengembangkan kesadaraan mahasiswa untuk menguasai  pengetahuan tentang keragamaan dan kesetaraan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dan kehidupan bermasyarakat.
b)      Menumbuhkan sikap kritis,peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral, dan hukum dalam kehidupan masyarakat.
c)      Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat , selaku individu, dan makhluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya
Berdasarkan visi, misi tujuan termasuk pada kategori general education (pendidikan umum) yang bertujuan membentuk membina individu (mahasiswa)

Nursyid sumaatmadya (2002:107) mengatakan bahwa :
Pendidikan umum mempersiapkan generasi muda teribat daalam kehidupan umum setiap sehari-hari dalam kelompok mereka yang merupakan umum sehari-hari umum sehai-hari unsur kesatuan budaya berhubung an dengan seluruh hidup kehidupan yang terpadu serta penuhdengan makna kehidupan dapat disimpulkan berdasarkan pendapat diatas bahwa pendidikan umum ini mempersiapkan perserta didik, terutama generasi muda untuk menjadi “manusia” yang sesungguhnya yang manusiawi. Sedangkan Philip H. Phenix (1964:6-8) mengemukan bahwa pendidikan umum perupakan proses pembakitan makna-makna  yang esensial yang membibing peleksaan manusia melalui perlunasan dan pedalamaan makna-makna tadi. Selanjutnya Phenix Nursyids. (2002:109) menyatakan bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan bermasyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola yaitu:(1).simbolis (2).empiris (3).estetika (4).sinoctik (5).etik (6).sinoptik
Makna SIMBOLIS  meliputi bahas ilmu, matematika, termasuk juga isyarat-isyarat, upacara tanda-tanda kebesaran dan bangsanya. Makna simbolis kehidupan bermasyarakat berbudaya manusian. Makna empiris mencakup ilmu kelamaan ,hayati, dan kemanusiaan
C. PENTINGNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM ISBD.
      Penting nya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar manusia dapat melihat masalah sosial dan budaya dengan lebih luas sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan persoalan atau masalah sosial.
D.    BEBERAPA ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN ISBD
    Multi-metode harus digunakan secara bervariasi sesuai dengan interaksi dikelas. Ceramah,tanya jawab, dan diskisi tentu saja masih dipandang penting terutama untuk memberi penjelasan dasar ilmiah serta materi esensial yang menjadi basic concept masaalah yang akan dibahas
E.     PROSES PEMBELAJARAN BERBARIS PORTOFOLIO
1.      Pengertian
        Istilah portofolio yang sering dikenal terdapat lapangan perintah disebut mentri negara atau minister without portofolio berbeda dari relatif.
2.      LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.    mengidentifikasi masalah
          

 b.   memilih masalah untuk kajian kelas
c. menumpulkan masalah informasi tentang masalah yang akan dikajikan oleh kelas.
d.  mengembangkan portofolio kelas.
e.  pengajian portofolio (show-case)
f.  kriteria penilaian portofolio
kriteria penilian portofolio adalah:
1)      Kelengkapan
2)      Kejelasan
3)      Informasi
4)      Dukungan
5)      Data grafis
6)      Argumentasi
 f. Cacatan
                 Untuk menilai mahasiswa, sebaiknya, selain kriteria diatas juga harus diperhatikan kerterlibatan dan aktivitas mahasisa dalam melaksanakan tugas tersebut sejak awal sampai akhir portofolio.
BAB 2
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
A.    PENGERTIAN BUDAYA
Budaya adalah untuk jamak dari kata “budi” dan “daya” yang berarti cinta, karsa dan, budhayah, yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal.

B.  PERWUJUD KEBUDAYAAN
        Berapa ilmuan seperti Tsllcott parson (sosiologi) dan dikroebel (Antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayan secara tajam sebagai suatu sistem .
 C. SUBSTANSI (isi) UTAMA BUDAYA
          Substansi (isi) utama kebudayaan merupakn wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan didalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri.

1.      Sistem pengetahuan
          a.  Alam sekitar
          b. Alam flora didaerah tempat tinggal
          c. Alam fauna didaerah tempat tinggal
          d. Zat-zat bahan mentah,dan benda-denda dalam lingkungan
          e. tubuh manusia
          ruang dan waktu
2.      Nilai
         Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusian sebagai anggota masyarakat menurut C.kluchohn (1905-1960) lima yang bersifat  universal  yaitu:
-          Hakikat hidup manusia (MH)
-          Hakikat karya manusia (MK)
-          Hakikat waktu manusia  (MA)
-          Hakikat hubungan antar (MM)
3.      Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai menghadapnya.
4.      Kepercayaan
Kepecayaan mengandung arti yang lebih luas dari pada agama dan kepercayaan
 terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5.      Persepsi
Persepsi atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.
6.      Etos Budayaan
Etos atau jiwa kebudayaan (dalam antroplog) berasal dari bahasa inggris berarti watak khas.
D. SIFAT-SIFAT KEBUDAYAAN
    Sifat-sifat hakiki dari kebudayanaan tersebut sebagai berikut:
1.      budaya terwujud dan tersalur dari prilaku manusia.
2.      Budaya diperlukan manusia dan diwujudkan dalam tingkah laku.

E.SISTEM BUDAYA
 Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan abstrak dan trdiri atas pikiran-pikran, gagas, konsep serta keyakinannya demikian sistem kebudayaan merupakan bagian kebudayaan dari dalam bahasa lebih lazim disebut sebai adat-istiadat. unsur pokok kebudayaan ( Bronislaw malinowskl 1884-1942) ad 4 (empat) yaitu:
1.      Sistem norma
2.      Organisasi ekonomi
3.      Alat-alat lembaga pendidikan
4.      Organisasi kekuatan
F.    PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN
           Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan ada 5 (lima) yaitu:
            Sebgai mana diketahui bahwa kebudayaan adlah hasil cipta, karsa, dan rasa manusia karena kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu.
i.      PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
           Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan. Terkaitan orang jawa terhadap tanah yang mereka tepati secara turu-temurun di yakani sebagai pemberi berkah kehidupan mereka terkadang enggan meninggalkan kampung halaman nya atau beralih pola sebagai petani.
J.       PERUBAHAN KEBUDAYAAN
                  Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa mendolfikasi cara hidupnya dengan mengadopi suatu pengatuahan atau kepercayan baru,  atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang relalitas.
BAB 3
 MANUSIA DAN PERADABAN
A.    PENGERTIAN PERADABAN
        Pengertian peradaban menurut para ahli:
1.      Bierens De Hann (1822-1892), peradaban adalah seluruh kehidupan sosial ,politik,ekonomi, dan teknik.
2.      Oswald Spengl (1880-1936), peradaban adalah adalah kebudayan yang sudah tidak tumbuh lagi.
3.      Koentjaraningrat (1923-1999), peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah,seperti kesenian
B.    HAKIKAT HIDUP MANUSIA
             Manusia dalam kehidupannya memiliki tiga fungsi:
1.      Sebagai mahluk tuhan.
2.      Sebagai mahluk individu.
3.      Sebagai mahluk sosial.
C. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN
 1. TEORI DEPEDENSI (KETERGANTUNGAN)
     Teori perubahan sosial menurut Moore(1971), sebagai berikut:
a.       Evilusi rektilinier yang sangat sederhana.
b.      Evolusi memulai tahap-tahap.
c.       Evolusi yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi.
d.      Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan.
e.       Primitivisme

D.     MODERNISAI DI INDONESIA
1.      PENGERTIAN MODERNISASI
 Modernisasi masyarakat adalah suatu proses transformasi yang mengubah bidang ekonomi,bidang politik, dan lain-lain.
2.      SYARAT-SYARAT MODERNISASI
1. Sistem administrasi yang bai yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
2. Adanya pengumpulan data yang baik dan teratur.
3. Tingkat organisasi yang tinggi.
3.      CIRI-CIRI MODERNISASI
         a.       Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhanmrisai,anusia
         b.      Kemajuannya tekonolgi dan industrialisai, individuisai, sekularisasi, diferensiasi dan
                   akulturasi.                   

BAB 4
MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK
SOSIAL
A.    INDIVIDU DAN MASYARAKAT
1.      Manusia sebagai makhluk individu dalam bahasa latin individu berasal dari kata indivuum. Artinya yang tak terbagi kota in. Dalam bahasa inggris  individu berasal dari kata in dan divided.
2.      Manusia sebagaimakhluk yang berhubungan dengan lingkungan hidup berkenaan hubungan anatara manusia dengan alam, maka paling tidak ada tiga (1) paham determinisme, (2) paham posibilisme (3) optisme teknologi.
B.     Pengertian masyarakat dan ciri-cirinya
            Masyarakat sudah banayak berkorban untuk-untuk kepentingan pemilu,  sedangkan para anggota DPR malah bertengkar memperebutkan kedudukan.
Unsur atau ciri masyarakat menurut konsep HORTON dan HUNT sebagai berikut:
a.       Kelompok manusia
b.      Sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal
c.       Menmpati suatu kawasan
d.      Memiliki kebudayaan
e.       Memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan
1.      Pengertian masyarakat setempat (communiny) atau komunitas dan ciri-cirinya.pemakaian kata “masyarakat” sehari-hari biasanya meliputi community dalam bahasa inggris atau pada masayarakat  yang berbahasa inggris. Sesungguhnya, antara society. dan community itu ada perbedan yang mendasar. Unsur pertama dari komunitas adalah adanya wilayah atau lokalitas.
C.      masyarakat desa dan kota
      Kita sering mendengar jenis-jenis masyarakat, seperti masyarakat desa dan masyarakat kota. Desa dan kota memilki perbedaan baik secara fisik maupun secara sosisal.
D.    Masyarakat sadar risiko (  Risk society ) ulrich Beck seorang sosiolog jerman menyatakan bahwa masyarakat masih belum beranjak dan modernitas.lanjut menurutnya ditandai (latemadernity)masayarat modernitas lanjut menurutnya ditandai oleh masyarakat risiko (Risk society).
E.     Interaksi sosial dan pelapisan sosial
Maunisa berinerakasi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial.
1.      Interaksi sosial
  Interaksi adalah prose dimana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindkan
a.       Interaksi sosial sebagai faktor utama dalam kehidupan
                       
1.      Bentuk interaksi asosiatif
    Kerja sama (coopertion) beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi merupakan bentuk interkasi sosial yang pokok.
            Akomodasi (Accommadation) istilah akomodasi digunakan kan dalam dua arti yaitu untuk menunjukan pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keinbangan dalam interkasi antara orang perorangan dan  kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berilaku didalam masyarakat.
         Bentuk-bentuk akomodasi ada 8 (delapan) yaitu:
1.      Coercion
2.      Compromise
3.      Arbitrstion
4.      Mediation
5.      Concllition
6.      Tolerantion
7.      Stelemate
8.      Adgu dication
2.      Bentuk interaksi Disosiatif pesaingan ( compettion)
       Persaingan adalah bentuk interaksi yang indivdu atau  kelompok yang besaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi diirinya dengan cara menarik perhatian.
     Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda anatar persaingan dan pertentangaan kotravensi ditandai oleh adanya kepastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka disembunyi dan kebenncian terhadap kepribadian orang. Pertentangan (confllct)  pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujunnya dengan jlan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasaan.

f.       STRATIFIKASI SOSIAL DLAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
                   Penempatan seseorang dalam lapisan sosial ekonomi tertentu merupakan pembahasan-pembahasan stratifikasi sosial.

BAB 5
MANUSIA DAN PERADABAN
       
A.    HAKIKAT NILAI MORAL DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
1.      Nilai dan moral sebagai materi pendidikan ada beberapa bidang filsafat yang berhubungan diantaranya aksiologi bidang in tersebut filsafat nilai bidang memiliki dua bagian kajian utama yaitu: Estika, Etika.
2.      Nilai moral pada hidup pandangan objektif dan subjektif manusia-manusia sebagai makhluk yang bernialai akan memaknai  nilai dalam dua  konteks, pertama akan memnandang nilai sebagai sesuatu yang objektif, apabila diamemandang nilai itu ada meskipun tanpa ad yang menilainya , bahkan telah ad sebelum adnya manusia sebagai nilai.
3.      Nilai diantara kualitas primer dan kualitas sekunder
Setiap benda-zat dan apapun yang ada dialam raya ini termasuk manusia memiliki kualitas. Kualitas adalah sebuah sifat, kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu, kualitas pun menentukan berharga tidaknya suatu objek yang ditempati simanfaat atau kualitas.kualitas  di bagi menjadi dua yaitu:
1.      Kualitas primer
2.      Kualitas sekunder


4. METODE MENEMUKAN DAN HIERARKI DALAM  PENDIDIKAN
          Nilai berhubungan berat dengan kekiatan manusia menilai berarti menimbang, yaitu manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain dengan selanjutnya diambil suatu keputusan, oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki yaitu:
1.    Nilai menampil kan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk, keindahan dan kejelekan.
2.    Nilai tersusun hierakis, yaitu hierki uruttan pentingnya meskipun nilai ada efek negatif  nya tidak berarti mentiadakan nilai, akan tetapi ada nilai yang membaik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk
                                                                                                                           Notonagoro dalam Dardji, D. (1984) membagi hierarki nilai pada tiga:
1.     material, yaitu suatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia
2.    Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia  untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas.
3.    Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia

5. PENGERTIAN NILAI
         penting  bervariasinya pengertian nilai, sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap kepentingan dan berbagai sudut pabdang, tetapai ada hal yang disepakati dari semua penelitian tersebut. Bahwa nilai berhubungan dengan manusia selanjutnya nilai untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut, terutana bagaimana setiap pengertian itu dengan pendidikan
       



 6.  MAKNA NILAI BAGI MANUSIA
                 Dalam bidang filsafat, upaya untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah upaya itu bisa upaya itu di lakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong agar mencapai kesimpulan upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis, dengan objek ideal dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat nilai akan tetapi mencoba mengisi relug-relung kosong yang belum tersentuh sehimhgga mendapat menjelaskan sisi nilai yang lain.yang menjadi persolan, ketika relung-relung kosong.

B.     PROBLEMATIKA PEMBINAAN NILAI MORAL
1.      Pengaruh kehidupan keluarga
        Dalam pembinaan nilai moral kehidupan sebagai  dampak kemajuan ilmu pengetahuan, dan kesempatan tetapi mengandung berbagai resiko akbibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkan salah satu kesulitan yang di timbulankan adalah munculnya “nilai-nilai modern”Yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu)
2.      Pengaruh teman sebaya terhadap pembinaan nilai moral
     Sebagai makhluk sosial, anak pasti punya teman, dan pergaulan dengan teman akan menambah pendarahan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi berbagai jenis kepercayaan yang di miliki, pengaruh pertemanan ini akan berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif.
3.      Pengaruh figur otoritas terhadap  perkembangan nilai moral
        Baru-baru ini Amerika mengalahkan irak karena melakukan agresi pula keirak. Pada tahun-tahunyang terlalu Amerika menuduh bebrapa negara termasuk inonesia yang melanggar hak Asasi.
4.      Pengaruh media komunikasi terhadap perkembangan Nilar moral
       Pada akhir abad ke-20 alat-alat komunikasi yang potensi telah diperkenalkan kedalam ritual kehidupan keluarga, perkali ditelpon. Disusul denganradio, dan setelah perangdunia II datanglah televisi mereka yang mengenai pemrogroman mulai  mengembangkan sesuatu yang yang dianggapnya dapat menarikkan menyenangkan anak-anak ada kecendrungan lain, bila anak dihadapakan  pada berbagai kemungkinan gagasan.
C.      Manusia dan hukum
Di sepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial yaitu  makhluk yang selalu berinteraksi dan menumbuhkan bantuan dengan sesamanya. Dalam konteks hubung dengan sama seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis dengan individu lain sekitarnya.


D.   Hubungan hukum moral
      Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali, ada pepatah Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus” apa artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas, demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas, hukum akan kosong tanpa moralitas.



BAB 6
MANUSIA , KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN
A.    MAKNA KERAGAMAN DAN KESDERAJATAN
1.      Makna keragaman
     Keragaman berarti perihal beragam-ragam ; sejenis-jenis. Keragaman yang dimaksud disini adalah suatu kondisi didalam masyarakat  dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama dalam satu bangsa, dan ras, agama dan keyakinan ideologi, adat kesopanan serta situasi ekonomi.
2.      Makna kesederajatan
     Konteks kesederajatan disini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan  dan keragaman yang ada manusia  tetapai memiliki suatu kedudukan yang sama dan satu tingkatan herarki.
B.   UNSUR-UNSUR KERAGAMAN DALAM MASYARAKAT INDONESIA   
1.      Suku bangsa dan ras
     Suku bangsa yang menempati suatu wilayah indonesia dari cabang sampai merauke sangat beragam. Ada perbedaan ras muncul karena adanya mengelompokan besar manuusia yang memiliki ciri-ciri, biologis lahirlah yang sama seperti rambut warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata dan ukuran kepala.
2.      Agama dan keyakinan
     Agama mengandung arti ikatan yang arti ikatan yang harusdi pegang dan dipatuhi. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakta, dalam praktik fungsi agama dalam masyarakat antara lain:
-          Berfungsi edukatif ajaran agama secara yuridis berfungsi menyeluruh dan malang
-          Berfungsi penyelamat
-          Berfungsi sebagai perdamaian
-          Berfunsi sebagai social control
-          Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
-          Brfungsi transformstif
-          Berfunsi kreatif
-          Berfungsi sublimatif
   
3.      Ideologi dan politik
     Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan anata tindakan dan kepercayaan.
4.      Tata krama
       Tata krama yang dianggap dari bahasa, jawa yang berarti “adat sopansantun, basa-basi”. Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat, tata krama terdiri atas aturan-aturan didalam masyarakat yang bersangkutan. Indonesia sendiri memiliki beragam suku bangsa  dimana setiap suku bangsa memilih adat tersendiri meskipun adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi  ke generasi  menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama.













DAFTAR PUSTAKA

Effendi,Ridwan dkk. 2013.Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana Pernanda Media Grup.