BAB
1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
1. LATAR
BELAKANG PEDAGOGIS
Keinginan untuk memberikan ilmu
pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa
merupakan dorongan yang logis bagi doen tatakala memerankan dirinya
sebagai pengajar dan pendidik dia akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap
ilmu pengetahuan yang dimiliki tersebut dapat tersampaikan kepada mahasiswa
dalam waktu singkat. fungsi dan peran nya sering menempat kan dosen pada
otoritas yang berlebihan, seperti sebsgsi sumber informasi tungga l dan sebagai
sentral aktivitas pembelajaran, sehingga mahasiswa mirip sebagai objek pasif,
ibarat baja kosong yang halus diisi sejumlah informasi..
2. DASAR
YURIDIS
Dalam udang-undang No Tuhan 2003 tetang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 40 ayat
1 butir E diikemukakan bahwa:” pendidik dan tenaga kependidikan berhak
memperoleh kesempatan menggunakan saran, prasarana, dan fasilitas pendidik
untuk menunjung kelancaran tugas”
B. VISI,MISI,TUJUAN DAN BAHAN ISBD
Mahasiswa selaku individu dan makhluk
sosial yang beradab memiliki landasan pengetahuan,wawasan, serta keyakian
persoalan sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat.
Misi ISBD sebagai berikut :
a)
Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu makhluk sosial dalam
kehidupan masyarakat.
b)
Memberikan dasar-dasar nilai estetika,etika, moral, hukum dan buadaya sebagai
landasan.
c) Untuk
menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga terwujud masyarakat
yang tertib, teratur, dan sejahtera.
d) Memberikan
dasar-dasar untuk memahami masalah sosial budaya serta mampu bersikap kritis,
analitis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di
masyarakat.
Berdasarkan visi dan misi ISBD, maka
tujuan ISBD di kembangkan sebagai berikut:
a)
Mengembangkan kesadaraan mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragamaan dan kesetaraan
manusia sebagai individu dan makhluk sosial dan kehidupan bermasyarakat.
b)
Menumbuhkan sikap kritis,peka dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan
memecahkan masalah sosial budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral,
dan hukum dalam kehidupan masyarakat.
c)
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa
sebagai bekal hidup bermasyarakat , selaku individu, dan makhluk sosial yang
beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya
Berdasarkan visi, misi tujuan termasuk
pada kategori general education (pendidikan umum) yang bertujuan membentuk
membina individu (mahasiswa)
Nursyid sumaatmadya (2002:107)
mengatakan bahwa :
Pendidikan umum mempersiapkan generasi
muda teribat daalam kehidupan umum setiap sehari-hari dalam kelompok mereka
yang merupakan umum sehari-hari umum sehai-hari unsur kesatuan budaya berhubung
an dengan seluruh hidup kehidupan yang terpadu serta penuhdengan makna
kehidupan dapat disimpulkan berdasarkan pendapat diatas bahwa pendidikan umum
ini mempersiapkan perserta didik, terutama generasi muda untuk menjadi “manusia”
yang sesungguhnya yang manusiawi. Sedangkan Philip H. Phenix (1964:6-8)
mengemukan bahwa pendidikan umum perupakan proses pembakitan makna-makna yang esensial yang membibing peleksaan
manusia melalui perlunasan dan pedalamaan makna-makna tadi. Selanjutnya Phenix
Nursyids. (2002:109) menyatakan bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam
kehidupan bermasyarakat dan budaya manusia meliputi enam pola yaitu:(1).simbolis
(2).empiris (3).estetika (4).sinoctik (5).etik (6).sinoptik
Makna SIMBOLIS meliputi bahas ilmu, matematika, termasuk
juga isyarat-isyarat, upacara tanda-tanda kebesaran dan bangsanya. Makna
simbolis kehidupan bermasyarakat berbudaya manusian. Makna empiris mencakup
ilmu kelamaan ,hayati, dan kemanusiaan
C. PENTINGNYA PENDEKATAN INTERDISIPLINER
DALAM ISBD.
Penting nya pendekatan interdisipliner ini diharapkan agar manusia dapat
melihat masalah sosial dan budaya dengan lebih luas sehingga mereka dikemudian
hari dapat berperan serta memecahkan persoalan atau masalah sosial.
D. BEBERAPA ALTERNATIF
MODEL PEMBELAJARAN ISBD
Multi-metode harus digunakan secara bervariasi sesuai dengan interaksi
dikelas. Ceramah,tanya jawab, dan diskisi tentu saja masih dipandang penting terutama
untuk memberi penjelasan dasar ilmiah serta materi esensial yang menjadi basic concept masaalah yang akan dibahas
E. PROSES
PEMBELAJARAN BERBARIS PORTOFOLIO
1.
Pengertian
Istilah portofolio yang sering dikenal terdapat lapangan perintah
disebut mentri negara atau minister without portofolio berbeda dari relatif.
2.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a.
mengidentifikasi masalah
b.
memilih masalah untuk kajian kelas
c. menumpulkan masalah informasi tentang
masalah yang akan dikajikan oleh kelas.
d.
mengembangkan portofolio kelas.
e.
pengajian portofolio (show-case)
f.
kriteria penilaian portofolio
kriteria penilian portofolio adalah:
1) Kelengkapan
2)
Kejelasan
3)
Informasi
4)
Dukungan
5) Data
grafis
6)
Argumentasi
f. Cacatan
Untuk menilai mahasiswa,
sebaiknya, selain kriteria diatas juga harus diperhatikan kerterlibatan dan
aktivitas mahasisa dalam melaksanakan tugas tersebut sejak awal sampai akhir
portofolio.
BAB
2
MANUSIA
DAN KEBUDAYAAN
A. PENGERTIAN BUDAYA
Budaya adalah untuk jamak dari kata
“budi” dan “daya” yang berarti cinta, karsa dan, budhayah, yaitu bentuk jamak
kata buddhi yang berarti budi atau akal.
B.
PERWUJUD KEBUDAYAAN
Berapa ilmuan seperti Tsllcott parson (sosiologi) dan dikroebel
(Antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayan secara tajam sebagai
suatu sistem .
C. SUBSTANSI (isi) UTAMA BUDAYA
Substansi (isi) utama kebudayaan merupakn wujud abstrak dari segala
macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan didalam masyarakat yang memberi
jiwa kepada masyarakat itu sendiri.
1. Sistem
pengetahuan
a. Alam sekitar
b. Alam flora didaerah tempat tinggal
c. Alam fauna didaerah tempat tinggal
d. Zat-zat bahan mentah,dan benda-denda dalam lingkungan
e. tubuh manusia
ruang dan waktu
2. Nilai
Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan
dan dianggap penting oleh seluruh manusian sebagai anggota masyarakat menurut
C.kluchohn (1905-1960) lima yang bersifat
universal yaitu:
-
Hakikat hidup manusia (MH)
-
Hakikat karya manusia (MK)
-
Hakikat waktu manusia (MA)
-
Hakikat hubungan antar (MM)
3.
Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi
suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai
menghadapnya.
4.
Kepercayaan
Kepecayaan mengandung arti yang lebih
luas dari pada agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5.
Persepsi
Persepsi atau sudut pandang ialah suatu
titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan
untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.
6. Etos
Budayaan
Etos atau jiwa kebudayaan (dalam
antroplog) berasal dari bahasa inggris berarti watak khas.
D. SIFAT-SIFAT KEBUDAYAAN
Sifat-sifat hakiki dari kebudayanaan tersebut sebagai berikut:
1. budaya
terwujud dan tersalur dari prilaku manusia.
2. Budaya
diperlukan manusia dan diwujudkan dalam tingkah laku.
E.SISTEM BUDAYA
Sistem budaya merupakan komponen dari
kebudayaan abstrak dan trdiri atas pikiran-pikran, gagas, konsep serta
keyakinannya demikian sistem kebudayaan merupakan bagian kebudayaan dari dalam
bahasa lebih lazim disebut sebai adat-istiadat. unsur pokok kebudayaan (
Bronislaw malinowskl 1884-1942) ad 4 (empat) yaitu:
1. Sistem
norma
2. Organisasi
ekonomi
3. Alat-alat
lembaga pendidikan
4. Organisasi
kekuatan
F. PENGARUH BUDAYA
TERHADAP LINGKUNGAN
Budaya yang dikembangkan oleh
manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang
variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan ada 5 (lima)
yaitu:
Sebgai mana diketahui bahwa
kebudayaan adlah hasil cipta, karsa, dan rasa manusia karena kebudayaan
mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu.
i.
PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Hambatan budaya yang berkaitan
dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan. Terkaitan orang jawa terhadap
tanah yang mereka tepati secara turu-temurun di yakani sebagai pemberi berkah
kehidupan mereka terkadang enggan meninggalkan kampung halaman nya atau beralih
pola sebagai petani.
J. PERUBAHAN
KEBUDAYAAN
Perubahan yang terjadi karena
suatu bangsa mendolfikasi cara hidupnya dengan mengadopi suatu pengatuahan atau
kepercayan baru, atau karena perubahan
dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang relalitas.
BAB
3
MANUSIA DAN PERADABAN
A. PENGERTIAN
PERADABAN
Pengertian peradaban menurut para ahli:
1. Bierens
De Hann (1822-1892), peradaban adalah seluruh kehidupan sosial
,politik,ekonomi, dan teknik.
2. Oswald
Spengl (1880-1936), peradaban adalah adalah kebudayan yang sudah tidak tumbuh
lagi.
3. Koentjaraningrat
(1923-1999), peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan
indah,seperti kesenian
B. HAKIKAT HIDUP MANUSIA
Manusia dalam kehidupannya
memiliki tiga fungsi:
1. Sebagai
mahluk tuhan.
2. Sebagai
mahluk individu.
3. Sebagai
mahluk sosial.
C. TEORI-TEORI MENGENAI PEMBANGUNAN
KETERBELAKANGAN DAN KETERGANTUNGAN
1. TEORI DEPEDENSI (KETERGANTUNGAN)
Teori perubahan sosial menurut Moore(1971), sebagai berikut:
a. Evilusi
rektilinier yang sangat sederhana.
b. Evolusi
memulai tahap-tahap.
c. Evolusi
yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi.
d. Evolusi
bercabang yang mewujudkan perubahan.
e. Primitivisme
D. MODERNISAI DI
INDONESIA
1.
PENGERTIAN MODERNISASI
Modernisasi masyarakat adalah suatu proses
transformasi yang mengubah bidang ekonomi,bidang politik, dan lain-lain.
2. SYARAT-SYARAT
MODERNISASI
1. Sistem
administrasi yang bai yang benar-benar mewujudkan birokrasi.
2. Adanya
pengumpulan data yang baik dan teratur.
3. Tingkat
organisasi yang tinggi.
3. CIRI-CIRI
MODERNISASI
a. Kebutuhan materi dan ajang
persaingan kebutuhanmrisai,anusia
b. Kemajuannya tekonolgi dan
industrialisai, individuisai, sekularisasi, diferensiasi dan
akulturasi.
BAB
4
MANUSIA
SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK
SOSIAL
A. INDIVIDU DAN
MASYARAKAT
1. Manusia
sebagai makhluk individu dalam bahasa latin individu berasal dari kata
indivuum. Artinya yang tak terbagi kota in. Dalam bahasa inggris individu berasal dari kata in dan divided.
2. Manusia
sebagaimakhluk yang berhubungan dengan lingkungan hidup berkenaan hubungan
anatara manusia dengan alam, maka paling tidak ada tiga (1) paham determinisme,
(2) paham posibilisme (3) optisme teknologi.
B. Pengertian
masyarakat dan ciri-cirinya
Masyarakat
sudah banayak berkorban untuk-untuk kepentingan pemilu, sedangkan para anggota DPR malah bertengkar
memperebutkan kedudukan.
Unsur atau ciri masyarakat menurut
konsep HORTON dan HUNT sebagai berikut:
a.
Kelompok manusia
b. Sedikit
banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal
c.
Menmpati suatu kawasan
d.
Memiliki kebudayaan
e.
Memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan
1.
Pengertian masyarakat setempat (communiny) atau komunitas dan
ciri-cirinya.pemakaian kata “masyarakat” sehari-hari biasanya meliputi
community dalam bahasa inggris atau pada masayarakat yang berbahasa inggris. Sesungguhnya, antara
society. dan community itu ada perbedan yang mendasar. Unsur pertama dari
komunitas adalah adanya wilayah atau lokalitas.
C. masyarakat desa dan kota
Kita sering mendengar jenis-jenis masyarakat, seperti masyarakat desa
dan masyarakat kota. Desa dan kota memilki perbedaan baik secara fisik maupun
secara sosisal.
D. Masyarakat sadar
risiko ( Risk society ) ulrich Beck
seorang sosiolog jerman menyatakan bahwa masyarakat masih belum beranjak dan
modernitas.lanjut menurutnya ditandai (latemadernity)masayarat modernitas
lanjut menurutnya ditandai oleh masyarakat risiko (Risk society).
E. Interaksi
sosial dan pelapisan sosial
Maunisa berinerakasi dengan sesamanya
dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial.
1.
Interaksi sosial
Interaksi adalah prose dimana orang-orang berkomunikasi saling
mempengaruhi dalam pikiran dan tindkan
a.
Interaksi sosial sebagai faktor utama dalam kehidupan
1. Bentuk
interaksi asosiatif
Kerja sama (coopertion) beberapa orang sosiolog menganggap bahwa posisi
merupakan bentuk interkasi sosial yang pokok.
Akomodasi
(Accommadation) istilah akomodasi digunakan kan dalam dua arti yaitu untuk
menunjukan pada suatu keadaan, berarti suatu kenyataan adanya suatu keinbangan
dalam interkasi antara orang perorangan dan
kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai
sosial yang berilaku didalam masyarakat.
Bentuk-bentuk akomodasi ada 8 (delapan) yaitu:
1.
Coercion
2.
Compromise
3.
Arbitrstion
4.
Mediation
5.
Concllition
6.
Tolerantion
7.
Stelemate
8. Adgu
dication
2. Bentuk
interaksi Disosiatif pesaingan ( compettion)
Persaingan adalah bentuk interaksi yang indivdu atau kelompok yang besaing untuk mendapatkan
keuntungan tertentu bagi diirinya dengan cara menarik perhatian.
Kontravensi bentuk interaksi yang berbeda anatar persaingan dan
pertentangaan kotravensi ditandai oleh adanya kepastian terhadap diri
seseorang, perasaan tidak suka disembunyi dan kebenncian terhadap kepribadian
orang. Pertentangan (confllct)
pertentangan adalah suatu bentuk interaksi individu atau kelompok sosial
yang berusaha untuk mencapai tujunnya dengan jlan menentang pihak lain disertai
ancaman atau kekerasaan.
f.
STRATIFIKASI SOSIAL DLAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Penempatan seseorang dalam
lapisan sosial ekonomi tertentu merupakan pembahasan-pembahasan stratifikasi
sosial.
BAB
5
MANUSIA
DAN PERADABAN
A. HAKIKAT NILAI MORAL
DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
1. Nilai
dan moral sebagai materi pendidikan ada beberapa bidang filsafat yang
berhubungan diantaranya aksiologi bidang in tersebut filsafat nilai bidang
memiliki dua bagian kajian utama yaitu: Estika, Etika.
2. Nilai
moral pada hidup pandangan objektif dan subjektif manusia-manusia sebagai
makhluk yang bernialai akan memaknai
nilai dalam dua konteks, pertama
akan memnandang nilai sebagai sesuatu yang objektif, apabila diamemandang nilai
itu ada meskipun tanpa ad yang menilainya , bahkan telah ad sebelum adnya
manusia sebagai nilai.
3. Nilai
diantara kualitas primer dan kualitas sekunder
Setiap benda-zat dan apapun yang ada
dialam raya ini termasuk manusia memiliki kualitas. Kualitas adalah sebuah
sifat, kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu, kualitas pun menentukan
berharga tidaknya suatu objek yang ditempati simanfaat atau
kualitas.kualitas di bagi menjadi dua
yaitu:
1.
Kualitas primer
2.
Kualitas sekunder
4. METODE MENEMUKAN DAN HIERARKI
DALAM PENDIDIKAN
Nilai berhubungan berat dengan kekiatan manusia menilai berarti
menimbang, yaitu manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain dengan
selanjutnya diambil suatu keputusan, oleh karena itu nilai itu memiliki
polaritas dan hierarki yaitu:
1. Nilai menampil kan
diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik
dan buruk, keindahan dan kejelekan.
2. Nilai tersusun
hierakis, yaitu hierki uruttan pentingnya meskipun nilai ada efek negatif nya tidak berarti mentiadakan nilai, akan
tetapi ada nilai yang membaik tentu ada lawannya yaitu nilai buruk
Notonagoro dalam Dardji, D. (1984) membagi hierarki nilai pada tiga:
1. material, yaitu suatu yang berguna bagi unsur
jasmani manusia
2. Nilai vital, yaitu
sesuatu yang berguna bagi manusia untuk
dapat mengadakan kegiatan aktivitas.
3. Nilai kerohanian,
yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia
5. PENGERTIAN NILAI
penting bervariasinya pengertian
nilai, sulit untuk mencari kesimpulan yang komprehensif agar mewakili setiap
kepentingan dan berbagai sudut pabdang, tetapai ada hal yang disepakati dari
semua penelitian tersebut. Bahwa nilai berhubungan dengan manusia selanjutnya
nilai untuk melihat sejauh mana variasi pengertian nilai tersebut, terutana
bagaimana setiap pengertian itu dengan pendidikan
6.
MAKNA NILAI BAGI MANUSIA
Dalam bidang filsafat, upaya
untuk mengisi pemikiran yang tidak atau belum dilakukan oleh orang lain adalah
upaya itu bisa upaya itu di lakukan dalam rangka mengisi ruang-ruang kosong
agar mencapai kesimpulan upaya menjelaskan nilai dengan kondisi psikologis,
dengan objek ideal dengan status benda bukan berarti ingin mengurangi hakikat
nilai akan tetapi mencoba mengisi relug-relung kosong yang belum tersentuh
sehimhgga mendapat menjelaskan sisi nilai yang lain.yang menjadi persolan,
ketika relung-relung kosong.
B. PROBLEMATIKA
PEMBINAAN NILAI MORAL
1.
Pengaruh kehidupan keluarga
Dalam pembinaan nilai moral kehidupan sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan, dan
kesempatan tetapi mengandung berbagai resiko akbibat kompleksitas kehidupan
yang ditimbulkan salah satu kesulitan yang di timbulankan adalah munculnya
“nilai-nilai modern”Yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu)
2.
Pengaruh teman sebaya terhadap pembinaan nilai moral
Sebagai makhluk sosial, anak pasti punya teman, dan pergaulan dengan
teman akan menambah pendarahan informasi yang akhirnya akan mempengaruhi
berbagai jenis kepercayaan yang di miliki, pengaruh pertemanan ini akan
berdampak positif manakala isu dan kebiasaan teman itu positif.
3.
Pengaruh figur otoritas terhadap
perkembangan nilai moral
Baru-baru ini Amerika
mengalahkan irak karena melakukan agresi pula keirak. Pada tahun-tahunyang
terlalu Amerika menuduh bebrapa negara termasuk inonesia yang melanggar hak
Asasi.
4.
Pengaruh media komunikasi terhadap perkembangan Nilar moral
Pada akhir abad ke-20 alat-alat
komunikasi yang potensi telah diperkenalkan kedalam ritual kehidupan keluarga,
perkali ditelpon. Disusul denganradio, dan setelah perangdunia II datanglah
televisi mereka yang mengenai pemrogroman mulai
mengembangkan sesuatu yang yang dianggapnya dapat menarikkan
menyenangkan anak-anak ada kecendrungan lain, bila anak dihadapakan pada berbagai kemungkinan gagasan.
C. Manusia dan hukum
Di sepakati bahwa manusia adalah makhluk
sosial yaitu makhluk yang selalu berinteraksi
dan menumbuhkan bantuan dengan sesamanya. Dalam konteks hubung dengan sama
seperti itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat
berhubungan secara harmonis dengan individu lain sekitarnya.
D.
Hubungan hukum moral
Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali, ada pepatah
Roma yang mengatakan “Quid leges sine moribus” apa artinya undang-undang kalau
tidak disertai moralitas, demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai
moralitas, hukum akan kosong tanpa moralitas.
BAB
6
MANUSIA
, KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN
A. MAKNA KERAGAMAN DAN
KESDERAJATAN
1. Makna
keragaman
Keragaman berarti perihal beragam-ragam ; sejenis-jenis. Keragaman yang
dimaksud disini adalah suatu kondisi didalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam
berbagai bidang, terutama dalam satu bangsa, dan ras, agama dan keyakinan
ideologi, adat kesopanan serta situasi ekonomi.
2. Makna
kesederajatan
Konteks kesederajatan disini
adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan
dan keragaman yang ada manusia
tetapai memiliki suatu kedudukan yang sama dan satu tingkatan herarki.
B.
UNSUR-UNSUR KERAGAMAN DALAM MASYARAKAT INDONESIA
1. Suku
bangsa dan ras
Suku bangsa yang menempati suatu wilayah indonesia dari cabang sampai
merauke sangat beragam. Ada perbedaan ras muncul karena adanya mengelompokan
besar manuusia yang memiliki ciri-ciri, biologis lahirlah yang sama seperti
rambut warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata dan ukuran kepala.
2. Agama
dan keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang arti ikatan yang harusdi pegang dan
dipatuhi. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan
masyarakta, dalam praktik fungsi agama dalam masyarakat antara lain:
-
Berfungsi edukatif ajaran agama secara yuridis berfungsi menyeluruh dan malang
-
Berfungsi penyelamat
-
Berfungsi sebagai perdamaian
-
Berfunsi sebagai social control
-
Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
-
Brfungsi transformstif
-
Berfunsi kreatif
-
Berfungsi sublimatif
3.
Ideologi dan politik
Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh
kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan anata
tindakan dan kepercayaan.
4. Tata
krama
Tata krama yang dianggap dari bahasa, jawa yang berarti “adat
sopansantun, basa-basi”. Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat,
tata krama terdiri atas aturan-aturan didalam masyarakat yang bersangkutan.
Indonesia sendiri memiliki beragam suku bangsa
dimana setiap suku bangsa memilih adat tersendiri meskipun adanya
sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan
dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam
suatu suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang relatif sama.
DAFTAR
PUSTAKA
Effendi,Ridwan
dkk. 2013.Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Jakarta: Kencana Pernanda Media Grup.